Nadyafirst’s Blog

just try to make a blog^^

renungannn November 7, 2008

Filed under: newzz — nadyafirst @ 12:42 pm

Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkan
apapun
sebagai imbalan,karena
jika kamu demikian, kamu bukan
mencintai,melainkan…..investasi.
Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk
menerima penderitaan.
Karena jika kamu mengharap kebahagiaan,kamu
bukan
mencintai….melainkan memanfaatkan.
Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu
bersama seseorang yang kamu
cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu
cintai, karena egomu yang tak berguna itu…….

 

Check out my Slide Show! November 25, 2008

Filed under: Uncategorized — nadyafirst @ 5:24 am

 

kwenyanggg November 14, 2008

Filed under: Uncategorized — nadyafirst @ 1:00 pm

ini jrang terjadiiii,,kemarin hari apa yahhhh,,rabu abis olahraga ama hari kemis, aku dan teman-teman kenyang lhooo..makan gratis di kantin.hahaha, tapi gaq semuanya ikut syiii..hari rebonyah dibayarin annisa soalnya ultah.tapi gaq ikud semua, cuma beberapa anak. itu juga tadinya iseng, eh dengan sedikit bujuk rayu dan doa-doa gombal, akhirnya dengan tampang sedikit gimannaaaa gituuuu,, anak kecil yang uda beranjak 16 tauwn ini bayarin kita kitaa..hehehe,, makasii ia nis^^

 

yang pas hari berikutnya ituu,, kita manfaatin jamnya bu tuti apa yyaa buad makan makan hasil jerih payah dan susah payah teman teman kita dalam menjelekkan tembok barat smansa.ee bukannya jadi jelek tapi jadi bagus, jadilah kita menang,, dapet duit 100rb, jd buat makan bakso, tp beli mimi sendiri”.huhu,, T.T

 

anak ipa1 yang lain, sering” kygtu yya!!!

 

sapiii November 9, 2008

Filed under: Uncategorized — nadyafirst @ 10:26 am

mau sapiiiii

aku pengen gaq suka sapi !

sapi bw knangan gaq indah.=’(

tp gimana yaaaaa…akuu sii bdoa biar ntar 17 tawn dpt kek tmen”kuu..whoohoho^^

 

cinta sang nabi by kahlil gibran November 9, 2008

Filed under: Uncategorized — nadyafirst @ 9:40 am

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya
Meskipun jalan yang harus kautempuh keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merengkuhmu, serahkan dirimu padanya
Meskipun pedang-pedang yang ada di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu
Dan jika ia berbicara padamu, percayalah
Meskipun suaranya akan membuyarkan mimpi-mimpimu bagaikan angin utara yang memporakporandakan petamanan.

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menumbuhkan dan memangkasmu
Mengangkatmu naik, membela ujung-ujung rantingmu yang gemulai dan membawanya ke matahari

Tapi cinta juga akan mencengkeram, menggoyang akar-akarmu hingga tercerabut dari bumi
Bagai seikat gandum ia satukan dirimu dengan dirinya
Menebahmu hingga telanjang
Menggerusmu agar kau terbebas dari kulit luarmu
Menggilasmu untuk memutihkan
Melumatmu hingga kau menjadi liat
Kemudian ia membawamu ke dalam api sucinya, hingga engkau menjadi roti suci perjamuan kudus bagi Tuhan.
Semuanya dilakukan cinta untukmu hingga kau mengetahui rahasia hatimu sendiri, dan dalam pengetahuan itu kau akan menjadi bagian hati kehidupan.

Jangan biarkan rasa takut bersarang, agar kau tak hanya menjadikan cinta tempat mencari senang.
Karena akan lebih baik bagimu untuk segera menutupi ketelanjangan dan berlalu dari lantai penebahan cinta,
Menuju dunia tanpa musim dimana engkau akan puas tertawa, gelak yang bukan tawamu, dan engkau akan menangis, air mata yang bukan tangismu.

Cinta tidak memberi apapun kecuali dirinya sendiri dan tidak meminta apapun selain cinta itu sendiri,
Ia tidak memiliki dan tidak dimiliki
Karena cinta hanya untuk cinta

Ketika engkau mencinta jangan katakan, “Tuhan ada dalam hatiku”; tapi katakan, “Aku ada di hati Tuhan”
Dan jangan berpikir engkau dapat memilih jalan sendiri karena cintalah, jika ia berkenan, yang akan mengarahkan jalanmu.

Cinta tidak pernah berhasrat selain pemenuhan dirinya
Namun jika engkau mencinta dan harus memiliki hasrat, biarlah ini yang menjadi hasratmu :
Melebur diri dan menjadi anak sungai yang mengalir melantunkan nyanyian ke peraduan malam
Mengetahui sakitnya rasa kelembutan
Terluka oleh pemahamanmu sendiri tentang cinta;
Berdarah dengan ikhlas penuh suka cita
Terbangun di saat fajar dengan hati bersayap dan menghaturkan puji syukur untuk hari-hari yang penuh cinta;
Beristirahat di terik siang dan merenungkan puncak-puncak cinta
Pulang di petang hari dengan syukur sepenuh hati